Tema Gambar Slide 1

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Senin, 09 Oktober 2017

Kamis, 09 Februari 2017

RPP PAI Kelas X smtr 1 pada aspek Akhlak

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
( R P P )

Nama Sekolah         :  SMA/MA .............................
Mata Pelajaran        : Pendidikan Agama Islam
Kelas/Semester      : X / 1
Waktu                        : 6 x 45 menit
Aspek                        : Akhlak


A.  Standar Kompetensi
4.         Membiasakan perilaku terpuji.

B.  Kompetensi Dasar
4.1       Menyebutkan pengertian perilaku  husnuzhan.
4.2       Menyebutkan contoh-contoh  perilaku husnuzhan terhadap Allah, diri sendiri dan sesama manusia.
4.3       Membiasakan perilaku husnuzhan dalam kehidupan sehari-hari.

C.  Indikator Pencapaian Kompetensi  :
Indikator Pencapaian Kompetensi
Nilai Budaya Dan
Karakter Bangsa
  Mampu menyebutkan pengertian husnu zhan terhadap Allah.
  Mampu menyebutkan pengertian husnu zhan terhadap diri sendiri.
  Mampu menyebutkan pengertian husnu zhan terhadap sesama manusia.
  Mampu menyebutkan contoh husnu zhan terhadap Allah.
  Mampu menyebutkan contoh husnu zhan terhadap diri sendiri.
  Mampu menyebutkan contoh husnu zhan terhadap sesama manusia.
  Menunjukkan sikap husnu zhan terhadap Allah.
  Menunjukkan sikap husnu zhan terhadap diri sendiri.
  Menunjukkan sikap husnu zhan terhadap sesama manusia.
Religius, jujur, santun, disiplin, tanggung jawab, cinta ilmu, ingin tahu, percaya diri, menghargai keberagaman, patuh pada aturan, sosial, bergaya hidup sehat, sadar akan hak dan kewajiban, kerja keras, dan adil.

Kewirausahaan/ Ekonomi Kreatif :
  Patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya.
  Toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain
  Percaya diri (keteguhan hati, optimis).
  Berorientasi pada tugas (bermotivasi, tekun/tabah, bertekad, enerjik).
  Pengambil resiko (suka tantangan, mampu memimpin)
  Orientasi ke masa depan (punya perspektif untuk masa depan)

D.  Materi Ajar (Materi Pokok)
Husnuzhan :
- Pengertian Perilaku Husnuzhan

E.  Metode Pembelajaran:
  Ceramah , tanya jawab dan Praktek

F.   Tujuan Pembelajaran
Siswa diharapkan mampu untuk :
  Mampu menyebutkan pengertian husnu zhan terhadap Allah.
  Mampu menyebutkan pengertian husnu zhan terhadap diri sendiri.
  Mampu menyebutkan pengertian husnu zhan terhadap sesama manusia.
  Mampu menyebutkan contoh husnu zhan terhadap Allah.
  Mampu menyebutkan contoh husnu zhan terhadap diri sendiri.
  Mampu menyebutkan contoh husnu zhan terhadap sesama manusia.
  Menunjukkan sikap husnu zhan terhadap Allah.
  Menunjukkan sikap husnu zhan terhadap diri sendiri.
  Menunjukkan sikap husnu zhan terhadap sesama manusia.

G.     Strategi Pembelajaran
Tatap Muka
Terstruktur
Mandiri
  Bertanya jawab tentang pengertian perilaku husnu zhan.
  Bertanya jawab tentang  prilaku-prilaku yang berkaitan dengan husnuzhan.
  Siswa menyebutkan contoh-contoh perilaku husnu dzan  terhadap Allah.
  Siswa menyebutkan contoh-contoh perilaku husnuzhan terhadap diri sendiri.
  Siswa menyebutkan contoh-contoh perilaku terhadap sesama manusia.
  Mempraktikkan contoh-contoh perilaku husnu dzan  terhadap Allah.
  Mempraktikkan contoh-contoh perilaku husnuzhan terhadap diri sendiri.
  Mempraktikkan contoh-contoh perilaku terhadap sesama manusia

Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
a.   Kegiatan Awal
-      Guru-Siswa memberi salam dan memulai pelajaran dengan mengucapkan basmalah dan kemudian berdoá bersama sebelum memulai pelajaran.
-      Siswa menyiapkan kitab suci Al Qurán
-      Secara bersama membaca Al Qurán selama 5 – 10 menit
-      Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan diajarkan dengan kompetensi dasar yang akan dicapai.

b.   Kegiatan Inti
Dalam kegiatan inti, guru dan para siswa melakukan beberapa kegiatan sebagai berikut:
Elaborasi
Untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa tentang materi pengertian Perilaku Husnuzhan
-      Guru mengawali dengan mengajukan beberapa pertanyaan, contohnya:
·         Pernahkah kalian mendengar orang lain berbicara tentang perilaku husnuzhan?
·         Pernahkah kalian berperilaku husnuzhan?
·         Siapakah diantara kalian yang mengerti tentang arti perilaku husnuzhan?
-      Guru menunjuk seorang siswa yang sudah pernah mengetahui tentang perilaku husnuzhan untuk memberikan opininya kepada teman-temannya di bawah bimbingan guru.
-      Setelah para siswa selesai mendengarkan secara klasikal, guru menunjuk beberapa siswa untuk menerangkanya kembali.
-      Guru menjelaskan tentang perilaku husnuzhan baik terhadap Allah maupun terhadap diri sendiri.

Eksplorasi
-      Selanjutnya siswa menyebutkan perilaku husnuzhan dari  sumber bacaan dengan pengamatan dari guru. 
-      Selanjutnya, guru mengajukan beberapa pertanyaan tentang arti perilaku husnuzhan  kepada siswa.
-      Setelah selesai guru menjelaskan perilaku husnuzhan.
-      Guru menjelaskan kepada siswa akan hikmah yang terkandung dalam perilaku husnuzhan.
-      Guru menugaskan kepada siswa untuk mendiskusikan tentang perilaku husnuzhan secara berkelompok.
-      Siswa diminta untuk menyampaikan hasil diskusi kelompok.

Konfirmasi
-      Perilaku husnuzhan  banyak mengandung nilai-nilai sikap dan perilaku yang utama, seperti selalu berfikir positif terhadap takdir Allah dan tidak berprasangka terhadap nikmat-Nya . Jika direnungkan, betapa Indah dan mulianya bersikap positif tanpa prasangka .

c.   Kegiatan Akhir (Penutup)
-      Guru meminta agar para siswa sekali lagi tentang hikmah yang terkandung dalam perilaku husnuzhan  sebagai penutup materi pembelajaran.
-      Guru meminta agar para siswa rajin mempelajari arti dan hikmah yang terkandung dalam perilaku husnuzhan .
-      Guru menutup / mengakhiri pelajaran tersebut dengan membaca hamdalah/doá.
-      Guru mengucapkan salam kepada para siswa sebelum keluar kelas dan siswa menjawab salam.

H.  Penilaian
  Tes perbuatan (Performance Individu)
  Tes tertulis

I.    Bahan/Sumber Belajar
  Al Quran dan terjemahan Departemen Agama RI
  Buku pelajaran PAI SMA kelas I

J.   Lembar Penilaian
I. Tes Tertulis
No.
Butir – butir Soal
Kunci Jawaban
1.
Apakah yang dimaksud dengan Husnuzhan itu.............
Berfikir dan bersikap yang baik. (Positif Thinking)

2.
Segala musibah yang terjadi di Negeri ini merupakan azab karena kesalahan kolektif dari pemimpin dan rakyat yang tidak menghendaki adanya syariat,dengan tanpa menyalahkan Allah. Merupakan cerminan dari……


Husnuzhan  terhadap Allah.
3.
Nanang berghorim kepada Udin sebesar Rp. 50.000 dan belum juga terlunasi. Sikap Udin membiarkan karena ia berpendapat bahwa Nanang sedang tidak ada uang dan mungkin tertimpa kesulitan.

Husnuzhan  terhadap sesama manusia.

II. Tes Sikap
No.
Pernyataan
SS
S
TS
STS
1.
Musibah datang dari Allah untuk memberikan pelajaran dan hikmah.




2.
Allah Yang Berkuasa dan Yang Menentukan .




3.
Tanamkan kebaikan sejak dini karena ia merupakan benih yang akan kita peroleh hasilnya dilain hari




dst
……………………………………………….




Keterangan :                              Skor Tes Sikap:
SS            = Sangat Setuju                               = 50
S              = Setuju                                             = 40
TS            = Tidak Setuju                                  = 10
STS         = Sangat Tidak Setuju                    = 0

III. Portofolio
Tes pengalaman dilakukan dengan menggunakan portofolio dimana guru mencatat pengalaman agama berdasarkan antara lain:
-      apa yang dilihat;
-      laporan rekan guru dan pegawai lainnya; dan
-      laporan dari orangtua murid atau siswa.
                                                                                   



Mengetahui
Kepala Sekolah



_________________________
NIP/NIK:

.............. , ...............................
Guru Bidang Studi



_________________________
NIP/NIK:

Sabtu, 04 Februari 2017

Jual Laptop Bekas

Dijual Laptop bekas kondisi masih mulus baru beli, harga nego. Lebih jelas silahkan hubungi:

Hp/WA : 085266796224

Diklat Online Sagusablog

Sagusablog (Satu Guru Satu Blog) merupakan kegiatan yang sangat bagus diikuti oleh guru, karena disinalah para guru bebas berkreasi dalam menulis berbagai artikel yang berhubungan dengan pembelajaran dan mampu membuat blog sendiri dalam rangka peningkatan mutu guru. Kegiatan ini tidak lepas dari upaya kreatif dari IGI (Ikatan Guru Indonesia).

Jumat, 03 Februari 2017

Masjid Nabawi

Masjid Nabawi

Soal Online PAI Kelas X

Silahkan Kerjakan Soal-Soal di bawah ini:

Rabu, 01 Februari 2017

Iman Kepada Qadha dan Qadar


A.      Pengertian Qadha dan Qadar

Menurut bahasa  Qadhamemiliki beberapa pengertian yaitu: hukum, ketetapan,pemerintah, kehendak, pemberitahuan, penciptaan. Sedang menurut istilah Islam, yang dimaksud dengan qadha adalah ketetapan Allah sejak zamanAzali sesuai dengan iradah-Nya tentang segala sesuatu yang berkenan dengan makhluk. Qadar menurut bahasa adalah: kepastian, peraturan, ukuran. Adapun menurut Islam qadar adalah perwujudan atau kenyataan ketetapan Allah terhadap semua makhluk dalam kadar dan berbentuk tertentu sesuai dengan iradah-Nya. Firman Allah:

الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا

Artinya: yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya. (QS .Al-Furqan ayat 2).


B.       Hubungan antara Qadha dan Qadar
Telah diuraikan diatas bahwa  Qadha adalah ketentuan, hukum atau rencana Allah sejak zaman azali. Sedang Qadar adalah kenyataan dari ketentuan atau hukum Allah. Jadi hubungan antara qadha qadar ibarat rencana dan perbuatan.
Perbuatan Allah berupa qadar-Nya selalu sesuai dengan ketentuan-Nya. Di dalam surat Al-Hijr ayat 21 Allah berfirman, yang artinya sebagai berikut:
 وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا عِنْدَنَا خَزَائِنُهُ وَمَا نُنَزِّلُهُ إِلَّا بِقَدَرٍ مَعْلُومٍ (21
Artinya ” Dan tidak sesuatupun melainkan disisi kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.”
Ayat ini menerangkan bahwa sumber segala sesuatu yang bermanfaat bagi manusia, semuanya ada dalam khazanahnya. Hanya saja untuk menggali dan mencari segala sesuatu yang diperlukan itu hendaklah disertai dengan kerja dan usaha yang keras; mustahillah seseorang akan memperolehnya tanpa ada usaha mencarinya. Hal ini adalah sesuai dengan Sunnatullah. Menurut Sunnatullah bahwa orang yang akan diberi rezeki ialah orang-arang yang berusaha dan bekerja. Sesuai dengan Sunnatullah, maka agama Islam menganjurkan agar kaum Muslimin berusaha dengan sekuat tenaga mencari segala sesuatu yang diperlukan di dalam perbendaharaan Allah itu
Orang kadang-kadang menggunakan istilah qadha dan qadar dengan satu istilah, yaitu
Qadar atau takdir. Jika ada orang terkena musibah, lalu orang tersebut mengatakan, ”sudah takdir”, maksudnya qadha dan qadar.


C.      Kewajiban beriman kepada dan qadar
Dalamsuatu hadist diriwayatkan bahwa suatu hari Rasulullah SAW didatangi oleh seorang laki-laki yang berpakaian serba putih , rambutnya sangat hitam. Lelaki itu bertanya tentang Islam, Iman dan Ihsan. Tentang keimanan Rasulullah menjawab yang artinya:Hendaklah engkau beriman kepada Allah, malaekat-malaekat-Nya, kitab-kitab-Nya,rasul-rasulnya, hari akhir dan beriman pula kepada qadar(takdir) yang baik ataupun yang buruk. Lelaki tersebut berkata” Tuan benar”. (H.R. Muslim)
Seorang laki-laki tersebut adalah Malaekat Jibril yang sengaja datang pada saat itu untuk memberikan pelajaran agama kepada umat Nabi Muhammad SAW. Jawaban Rasulullah yang selalu dibenarkan oleh Malaekat Jibril itu berisi tentang rukun iman. Salah satunya dari rukun iman tersebut adalah iman kepada qadha dan qadar. Dengan demikian , bahwa mempercayai qadha dan qadar adalah merupakan pengakuan hati kita. Kita harus yakin dengan sepenuh hati bahwa segala sesuatu yang terjadi pada diri kita, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan adalah atas kehendak Allah.
 Di dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman yang artinya: ” Siapa yang tidak ridha dengan qadha-Ku dan qadar-Ku dan tidak sabar terhadap bencana-Ku yang aku timpakan atasnya, maka hendaklah mencari Tuhan selain Aku. (H.R.Tabrani)
Takdir Allah merupakan iradah (kehendak) Allah. Oleh sebab itu takdir tidak selalu sesuai dengan keinginan kita. Tatkala takdir atas diri kita sesuai dengan keinginan kita, hendaklah kita beresyukur karena hal itu merupakan nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Ketika takdir yang kita alami tidak menyenangkan atau merupakan musibah, maka hendaklah kita terima dengan sabar dan ikhlas. Kita harus yakin, bahwa di balik musibah itu ada hikmah yang terkadang kita belum mengetahuinya. Allah Maha Mengetahui atas apa yang diperbuatnya.